SMP NEGERI 1 RANDUDONGKAL

Jl. Budi Utomo No. 2 Randudongkal Telp. 0284-584313 Pemalang 52353

Unggul Dalam Mutu Santun Dalam Perilaku

KEGIATAN PENGEMBANGAN DIRI SMP NEGERI 1 RANDUDONGKAL

Selasa, 20 Februari 2018 ~ Oleh Administrator ~ Dilihat 172 Kali

Pengembangan diri adalah kegiatan yang bertujuan memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mengembangkan dan mengekspresikan diri sesuai dengan kebutuhan, bakat, minat serta sesuai dengan kondisi sekolah (Permendiknas nomor 22 tahun 2006).

             Pengembangan diri adalah kegiatan yang bertujuan memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mengembangkan dan mengekspresikan diri sesuai dengan kebutuhan, bakat, minat serta sesuai dengan kondisi sekolah.

Pengembangan diri pada kelas  merupakan kegiatan yang tidak termasuk beban belajar siswa sehingga tidak muncul dalam struktur kurikulum.

             Optimalisasi pelaksanaan pengembangan diri direalisasikan dalam bentuk kegiatan :    1)             Bimbingan dan Konseling (BK)

  • Bimbingan Akhlak Mulia
  • Kegiatan Ekstrakurikuler, meliputi :
    1. Kegiatan melalui unit ekstrakurikuler
    2. Kegiatan insidental kesiswaan
    3. Kegiatan pembiasaan (pembiasaan mengaktualisasikan nilai)
    4. Penguatan pembelajaran (pendukung kegiatan kurikuler)
  • Kegiatan Bimbingan dan Konseling (BK)

       Kegiatan bimbingan dan konseling dilaksanakan oleh Konselor/Guru BK untuk memfasilitasi perkembangan peserta didik/konseli guna mencapai kemandirian dalam kehidupannya. Tujuannya membantu Konseli mencapai perkembangan optimal dan kemandirian secara utuh dalam aspek pribadi, belajar, sosial, dan karir.

Komponen layanan Bimbingan dan Konseling memiliki 4 (empat) program yang mencakup (a) layanan dasar; (b). layanan peminatan dan perencanaan individual; (c). layanan responsif; dan (d). layanan dukungan sistem. Sedangkan bidang layanannya  mencakup  (a). bidang layanan pribadi; (b) bidang layanan belajar; (c) bidang layanan sosial; dan (d). bidang layanan karir.

Layanan Bimbingan dan Konseling dilaksanakan berdasarkan prinsip (a) diperuntukkan bagi semua dan tidak diskriminatif, (b) merupakan proses individuasi, (c) menekankan pada nilai yang positif; (d) merupakan tanggung jawab bersama antara kepala satuan pendidikan, Konselor atau guru Bimbingan dan Konseling, dan pendidik lainnya dalam satuan pendidikan; (e). mendorong Konseli untuk mengambil dan merealisasikan keputusan secara bertanggungjawab; (f). berlangsung dalam berbagai latar kehidupan; (g). merupakan bagian integral dari proses pendidikan; (h). dilaksanakan dalam bingkai budaya Indonesia; (i). bersifat fleksibel dan adaptif serta berkelanjutan; (j). dilaksanakan sesuai standar dan prosedur profesional Bimbingan dan Konseling; dan (k). disusun berdasarkan kebutuhan Konseli.

 Kegiatan  diselenggarakan di dalam kelas (sewaktu jam pembelajaran berlangsung) dan/atau di luar kelas (di luar jam pembelajaran). Satu kali kegiatan layanan/pendukung bimbingan dan konseling di luar kelas/di luar jam pembelajaran ekuivalen dengan dua jam pembelajaran tatap muka dalam kelas. Kegiatan layanan bimbingan dan konseling di luar jam pembelajaran maksimum 50% dari seluruh kegiatan layanan bimbingan dan konseling; untuk itu harus diprogramkan oleh guru pembimbing/guru BK, kemudian diketahui dan dilaporkan implementasinya kepada kepala sekolah.

2).  Kegiatan Bimbingan Akhlak mulia

Kegiatan bimbingan akhlak mulia diarahkan pada pembentukan karakter dan akhlak mulia peserta didik yang dibingkai dengan ajaran agama yang meliputi :

  • Berjabat tangan antara peserta didik dengan guru, karyawan atau petugas keamanan saat memasuki pintu gerbang.
  • Berjabat tangan antara peserta didik dengan guru saat masuk kelas jam pertama dan keluar ruang kelas pada jam terakhir.
  • Membaca asmaul husna dan doa awal pelajaran yang dilakukan secara terpusat.
  • Shalat zhuhur berjamaah sesuai jadwal.
  • Infaq Amal Peduli Pendidikan setiap hari Jumat.
  • Shalat dhuha, zikir dan doa.

3). Kegiatan Ekstrakurikuler

              Kegiatan ekstrakurikuler dimaksudkan untuk mendukung pembentukan kompetensi sikap sosial peserta didik, terutama sikap peduli, yang dapat dilakukan melalui jalur unit kegiatan ekstrakurikuler, kegiatan insidental kesiswaan, dan kegiatan pembiasaan yang mendukung pembentukan karakter siswa. Disamping itu, kegiatan ekstrakurikuler juga dapat dipergunakan untuk penguatan pembelajaran berbasis pengamatan maupun dalam usaha memperkuat kompetensi keterampilan dalam ranah konkrit. Dengan demikian, kegiatan ekstrakurikuler dapat dirancang sebagai pendukung kegiatan kurikuler, termasuk kegiatan perbaikan (remidi) dan pengayaan.

              Kegiatan ekstrakurikuler melalui jalur unit kegiatan ekstrakurikuler, kegiatan insidental kesiswaan dan kegiatan pembiasaan menjadi tanggung jawab guru pembina kesiswaan, sedangkan ekstrakurikuler untuk penguatan pembelajaran dikelola oleh guru atau kelompok guru mata pelajaran yang bersangkutan.

  1. Unit Kegiatan Estrakurikuler

               Sesuai dengan kecenderungan minat, bakat dan potensi kreatif peserta didik, maka unit kegiatan ekstrakurikuler yang diselenggarakan SMP Negeri 1 Randudongkal, yaitu :

a.     BIDANG KEPEMIMPINAN

DAN SOSIAL

 

b.     BIDANG OLAH RAGA

 

1.     Tenis Meja

1.     Pramuka

 

2.      Pencak Silat

2.     Palang Merah Remaja (PMR)

 

3.     Atletik

3.     Patroli Keamanan Sekolah (PKS)

 

4.      Taekwondo

4. Usaha Kesehatan Sekolah (UKS)

 

5.      Karate/Jutako

5. Latihan Upacara

 

 

 

c.     BIDANG KESENIAN

 

d.    BIDANG KETERAMPILAN

1.     Seni Musik/Band

 

1.     Baca Tulis al-Qur’an (BTQ)

2.     Seni Lukis

 

 

3.     Seni Geguritan

 

e.     BIDANG IPTEK

4.     Seni Baca Al Qur’an

 

1.     KIR / LPIR

5.    Seni Duror

 

2.     Pembinaan menuju OSN (MIPA dan IPS)

6.     Cipta Puisi/Cerpen

 

3.    English Club

 

 

F. BIDANG KEWIRAUSAHAAN

 

 

1.     Penyediaan sarana pertokoan

 

 

2.     Pembudidayaan tanaman hias

 

 

 

               Kegiatan Pramuka bersifat wajib bagi setiap siswa, sedangkan unit kegiatan ekstrakurikuler lainnya bersifat pilihan. Selain mengikuti kegiatan Pramuka, siswa dapat mengikuti kegiatan ekstrakurikuler lainnya sepanjang tidak mengganggu pencapaian kompetensi akademiknya.

               Hasil keikutsertaan peserta didik dalam kegiatan ekstrakurikuler tersebut dicantumkan dalam Laporan Hasil Pencapaian Kompetensi  Peserta Didik/LHPKPD (rapor) dalam bentuk predikat kualitatif (A = sangat memuaskan, B = memuaskan, C = cukup memuaskan, K = Kurang memuaskan). Untuk keperluan tersebut, setiap pembina unit kegiatan ekstrakurikuler berkewajiban menyusun program kegiatan dan jadwal  serta rumusan kriteria penilaian.

 

  1. Kegiatan Insidental Kesiswaan

               Kegiatan kesiswaan yang bersifat insidental dapat berfungsi memperkaya afeksi kepribadian siswa serta memberi pengalaman siswa secara lebih luas. Termasuk ke dalam  kegiatan tersebut antara lain:

  1. Peringatan Hari Besar Nasional
  2. Peringatan Hari Besar Agama
  3. Perayaan Ulang Tahun Sekolah
  4. Latihan Kepemimpinan Siswa
  5. Kegiatan Keorganisasian (OSIS), dan lain-lain

               Kegiatan-kegiatan insidental tersebut ditetapkan waktunya dalam Rapat Kerja Sekolah dan dimasukkan dalam kalender akademik sekolah (lihat Bab IV).

KOMENTARI TULISAN INI

  1. TULISAN TERKAIT